Langsung ke konten utama

Rumput Gajah Mini vs Rumput Swiss



Jadi taman di rumah saya sebelumnya tuh pakai rumput gajah mini. Tampilannya bagus sih tampak hijau rata seperti karpet juga, perawatannya juga mudah banget cuman dibersihkan dari rumput liar dan gulma. 

Rumput gajah mini tuh tahan banting, dia kuat diinjak-injak, hujan lebat juga malah subur dan segar, tapi kalau musim kemarau mulai keliatan kering di ujung dan tepi daun, jadi harus rajin nyiram lhah kalau pas musim kemarau.

Nah permasalahan muncul saat saya tidak sempat mencabut gulma yang mulai menjalar. Gulma yang berat tuh dollar weed tumbuhnya menjalar dan akarnya menjalar juga, jadi tidak terpusat di satu bagian gitu.



Saat sudah mulai menjalar, nih gulma dollar weed susah sekali dikendalikan karena akarnya mengikat ke akar rumput banyaaakkkk sekali akarnyaa 😭😭 Alhasil saya menyerah dan membiarkan taman saya digunduli alias dibabat habis rumputnya.

Ini penampakan taman saya sewaktu rumputnya dibabat habis karena sudah tercemar gulma dollar weed yang parah sekali.

Sebenarnya seneng juga ya lihat taman berupa tanah yang bersih begitu, tapi kalau musim hujan otomatis jadi becek dan kotor kemana-mana kena cipratan air hujan. Kalau panas debunya juga beterbangan kemana-mana, galau kan jadinya 😅😅

Akhirnya saya putuskan untuk menanam rumput kembali, selain agar sejuk dipandang mata juga agar tampak bersih dan rapi. Nah saat mau menanam rumput kembali itulah kegalauan saya mulai diuji, binguung mau pilih rumput apa. Nanti saya share pengalaman menimbang-nimbang sebaiknya rumput apa yang akan saya pilih.


Jadi setelah menimbang-nimbang, browsing sana sini, berpikir dengan keras rumput manakah yang akhirnya saya pilih. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih rumput swis karena tampilannya yang indah dan bentuk struktur rumput yang berbeda. Jika sebelumnya rumput gajah mini tumbuh menjalar ke samping, rumput swiss tumbuh ke atas seperti rumput pada umumnya. Berharap dengan struktur tumbuhan yang berbeda, semoga gulma dan rumput liar yang lain lebih terkendali.


Tampilan taman saya setelah ditanami rumput swiss, mohon abaikan tembok yang tampak rustic ðŸ˜†ðŸ˜† Jadi rumput swiss ini adalah rumput dengan tekstur paling halus dan lembut, tampilannya pun juga tampak indah dan rapi. Memang benar ungkapan ada harga ada rupa, dibanding rumput yang lain rumput swiss ini lebih mahal. Karena taman saya yang cuma seuprit itu jadi tidak terlalu mahal sih. Justru lebih mahal biaya instalasi dan pengirimannya haha..

Rumput swiss memiliki kekurangan dari segi perawatan dan faktor cuaca. Jika musim hujan dan ada air tergenang maka rumput di bagian itu akan tampak botak. Sedangkan untuk rumput gajah mini, semakin lembab justru semakin subur dan rimbun daunnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello aku Milo

Namaku Milo, aku adalah anak kucing kampung yang biasa berkeliaran di depan rumah. Perkenalan singkat dari Milo yang sekarang menjadi bagian dari anggota keluarga kecil kami ☺️ Jadi Milo adalah salah satu dari anak kucing liar yang biasa berkeliaran di lingkungan sekitar rumah kami. Dia 4 bersaudara, saudara²nya sebenarnya juga lucu², tapi kalau dipelihara semua ya sepertinya tidak memungkinkan huhukss..  Milo ini bulunya medium, gak terlalu pendek seperti kucing lokal tapi juga tidak panjang seperti kucing ras. Untuk saat ini tebakan kami adalah dia hasil persilangan dari kucing lokal (emaknya) dan kucing ras milik tetangga (bapaknya). Dulu keluarga kami juga pernah punya beberapa kucing, tapi kuwalahan mengurusnya, jadi sebagian saya kirim ke rumah kakak saya, dan satu yang kami pelihara sendiri jatuh sakit dan berakhir wafat 😭😭 Mungkin waktu itu kami belum bisa maksimal memeliharanya dengan baik karena saya baru keguguran 2x kemudian kesibukan suami juga, insyaAllah kali ini k...

Resep Sambal Tongkol

Tentu masyarakat Indonesia tidak asing dengan yang namanya sambal. Sepertinya sambal sudah menjadi menu yang wajib bagi warga Indonesia untuk melengkapi suatu hidangan. Termasuk bagi saya dan keluarga, rasanya makan agak terasa hambar kalau tidak ada pedas-pedasnya. Kali ini saya akan berbagi resep Sambal Tongkol yang mudah dan praktis. Menu ini bisa sebagai lauk pelengkap maupun menu utama, karena di dalamnya sudah mengandung protein dari ikan tongkolnya. Tinggal kita sesuaikan mau seberapa banyak ikannya, kalau untuk menu utama ikan bisa ditambah jumlahnya dan diperbesar ukuran potongannya. Okeyy yukk kita cuss langsung ke resepnya.. BAHAN: 1/4 bagian ikan tongkol (saya pakai ukuran besar) 7 siung bawang putih 10 siung bawang merah 1 ons cabe kecil 3 buah cabai besar/merah 2 buah tomat uk.sedang 1/2 sdt terasi (sudah digoreng) secukupnya garam secukupnya gula putih secukupnya penyedap rasa (bisa skip) 1 sdm gula merah/aren 3 lembar daun jeruk purut CARA MEMASAK 1. goreng ...

Tips Merawat Oxalis Triangularis

Apakah Anda penggemar tanaman dan tumbuhan?? jika iya mungkin ini sedikit berguna untuk Anda, semua yang saya tuliskan murni berdasarkan pengalaman saya pribadi, jadi jika ada kurangnya mohon dimaklumi, dan jika ada yang ingin ditambahkan dengan senang hati silahkan dituliskan di kolom komentar 😊😊 Sebenarnya saya juga masih belajar cara untuk merawat tumbuhan yang saya miliki, hanya beberapa jenis saja dan itupun tanaman yang tidak mudah mati atau perawatannya mudah, seperti contohnya oxalis triangularis  ini, atau nama bekennya kupu-kupu malam. Saya mendapatkan tanaman ini dari kakak saya, yang kebetulan lebih berpengalaman dalam hal tumbuh-tumbuhan, jadi berikut tips yang dapat saya berikan. TIPS MERAWAT OXALIS TRIANGULARIS: - tanam di tanah yang gembur - cukup terkena sinar matahari - tempatkan di tempat yang teduh, bisa di bawah pohon arau kanopi - tidak terlalu sering disiram - jika layu, pindahkan bonggol tanaman yang di dalam tanah ke tempat lain Itulah sedikit...